Pada masa Khalifah Umar, Sahabat-sahabat besar yang lebih dekat kepada Rosulullah Saw dan memiliki pengaruh besar, dilarang keluar Madinah kecuali atas izin Khalifah dan hanya dalam waktu yang terbatas. Dengan demikian , penyebaran ilmu para sahabat besar terpusatkan dimadinah sehingga kota tersebut pada waktu itu menjadi pusat keilmuan Islam. meluasnya kekuasaan Islam, mendorong kegiatan pendidikan Islam bertambah besar karena mereka yang baru menganut Islam ingin menimba ilmu keagamaan dari Sahabat-sahabat yang menerima langsung dari Nabi Saw, Khususnya manyangkut Hadits Rasulullah Saw sebagai salah satu sumber agama yang belum terbukukan dan hanya ada dalam ingatan para sahahabat dan sebagai alat bantu untuk menafsirkan al-Qur'an.
Sejak masa ini, telah terjadi mobilitas penuntut Ilmu dari daerah-daerah jauh menuju Madinah sebagai pusat Ilmu Agama Islam. Gairah menuntut Ilmu Agama Islam tersebut dibelakang hari mendorong lahirnya sejumlah pembidangan disiplin ilmu keagamaan seperti tafsir, Hadits, Fiqih dan sebagainya.
Tuntutan untuk belajar bahasa Arab juga sudah nampak dalam pendidikan Islam pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Dikuasainya wilayah-wilayah baru oleh Islam, menyebabkan munculnya keinginan untuk belajar bahasa Arab sebagai bahasa pengantar diwilayahwilayah tersebut. Orang-orang yang baru masuk Islam dari daerah-daerah yang baru ditaklukan harus belajar Bahasa Arab jika mereka ingin belajar dan mendalami pengetahuan Islam. Oleh karena itu, masa ini sudah terdapat pengajaran Bahasa Arab. Pada masa Umar bin Khattab ia menginstruksikan kepada penduduk kota agar anakanak dianjarkan sebagai berikut:
- Berenang
- Mengendarai onta
- Memanah
- Membaca dan menghafal syair-syair yang mudah dan pribahasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar